Beranda / PENDIDIKAN / Jelang Wisuda, FTIK UHT Bekali Calon Wisudawan: “Ready to Work, Ready to be Safe”

Jelang Wisuda, FTIK UHT Bekali Calon Wisudawan: “Ready to Work, Ready to be Safe”

SURABAYAMutiaranews.com – Menjelang wisuda, Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah (UHT) membekali calon wisudawannya dengan pemahaman tentang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Pembekalan mengangkat tema “Ready to Work, Ready to be Safe: Penerapan K3 Berbasis ISO 45001:2018.”

Kegiatan berlangsung di Gedung Selaru Lantai 3 Universitas Hang Tuah, Surabaya, Kamis (17/9/2026). Kegiatan dibuka oleh Dekan FTIK UHT Prof. Dr. Nurul Rosana, S.Pi., M.T., CISHR., serta dihadiri jajaran pimpinan FTIK.

Sebagai narasumber, FTIK menghadirkan Setio Budi Utomo, ST untuk memberikan pembekalan mengenai penerapan K3 berbasis ISO 45001:2018.
Dalam sambutannya, Dekan FTIK menyampaikan bahwa pembekalan tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan mahasiswa sebelum memasuki dunia kerja dan dunia profesional.

“Kami ingin Saudara tidak hanya menjadi lulusan yang siap bekerja, tetapi juga menjadi lulusan yang memahami bagaimana bekerja dengan aman, sehat, profesional, dan bertanggung jawab,” ujar Dekan dalam sambutannya.
Ia menegaskan, makna tema Ready to Work, Ready to be Safe tidak hanya berkaitan dengan kesiapan kompetensi, tetapi juga kesadaran terhadap keselamatan dan kesehatan kerja.

“Siap bekerja berarti Saudara memiliki kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing. Tetapi kompetensi tersebut harus berjalan bersama dengan kesadaran terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja atau K3,” lanjutnya.

Menurut Dekan, pemahaman K3 semakin penting bagi lulusan FTIK karena bidang keilmuan yang ditempuh mahasiswa memiliki karakteristik lingkungan kerja dengan berbagai potensi risiko.

Para calon wisudawan FTIK berasal dari berbagai bidang, seperti Teknik Perkapalan, Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Elektro, Oseanografi, Perikanan dan Magister Teknik Kelautan.

“Sebagian besar bidang tersebut memiliki lingkungan kerja yang memiliki risiko, baik di kapal, galangan, laboratorium, pelabuhan, industri, laut, pesisir, maupun lingkungan kerja lainnya,” jelasnya.
Karena itu, menurut Dekan, ISO 45001:2018 penting dipahami oleh calon wisudawan sebagai bagian dari kesiapan menghadapi dunia profesional.
ISO 45001:2018 tidak sekadar dipahami sebagai dokumen atau sertifikat, tetapi sebagai kerangka sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja yang mendorong organisasi untuk mengidentifikasi bahaya, menilai risiko, mengendalikan risiko, melibatkan pekerja, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

Hal tersebut sejalan dengan materi yang disampaikan Setio Budi Utomo. Dalam paparannya, ISO 45001:2018 dijelaskan sebagai standar internasional untuk membangun sistem manajemen K3 yang terukur, dengan pendekatan berbasis risiko, kepemimpinan, partisipasi pekerja dan perbaikan berkelanjutan.
K3 Bukan Sekadar APD
Dekan FTIK juga mengingatkan calon wisudawan bahwa K3 tidak boleh dipandang sebatas aturan maupun penggunaan alat pelindung diri (APD).
“K3 bukan sekadar aturan. K3 bukan sekadar penggunaan APD. K3 adalah budaya dan bagian dari profesionalisme,” tegasnya.

Pesan tersebut menjadi relevan dengan materi pembekalan yang menjelaskan bahwa penerapan K3 mencakup kepemimpinan dan partisipasi pekerja, pengelolaan risiko dan peluang, pencegahan dan perbaikan, serta kepatuhan terhadap persyaratan.

Setio juga memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai identifikasi bahaya dan risiko K3, mulai dari mengenali sumber bahaya, menilai kemungkinan dan dampak, menentukan tingkat risiko, hingga menetapkan langkah pengendalian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *