Surabaya – Mutiaranews.com – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah (UHT) kembali melahirkan dokter gigi baru. Sebanyak 21 dokter gigi Angkatan ke-87 resmi mengikuti Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Gigi Baru Universitas Hang Tuah, Kamis (17/9/2026).

Prosesi tersebut menjadi penanda para lulusan telah menuntaskan seluruh rangkaian pendidikan dan siap memasuki dunia profesi kedokteran gigi.
Dekan FKG UHT Dr. Kristanti Parisihni, drg., M.Kes., dalam amanatnya menyampaikan ucapan selamat kepada 21 dokter gigi baru Angkatan ke-87 yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan lulus Uji Kompetensi Nasional Program Profesi Dokter Gigi (UKomnas PPDG).
Tingkat kelulusan UKomnas pada angkatan tersebut mencapai 92 persen. Capaian ini menjadi bagian dari hasil kerja keras, ketekunan, dan dedikasi para mahasiswa selama menjalani pendidikan.

Dekan juga menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Nala dan jajaran Rektorat UHT atas dukungan terhadap pengembangan pendidikan kedokteran gigi. Apresiasi juga diberikan kepada Direksi dan civitas hospitalia RSGMP Nala Husada, dosen, serta tenaga kependidikan FKG UHT yang telah membimbing dan mendampingi mahasiswa selama proses pendidikan.
Menurut Kristanti, FKG UHT terus berkomitmen mengikuti perkembangan ilmu dan praktik kedokteran gigi. Salah satunya melalui penguatan jejaring dengan berbagai institusi pendidikan, pakar, praktisi, organisasi profesi, dan industri kedokteran gigi, baik nasional maupun internasional.
Penguatan jejaring tersebut diwujudkan melalui berbagai program peningkatan pengetahuan dan keterampilan. Mahasiswa diperkenalkan secara langsung dengan para ahli dan praktisi melalui kuliah tamu, seminar, sharing session hingga hands-on training yang terintegrasi dalam kurikulum pembelajaran.
“Ketika mereka lulus nanti, yang mereka bawa bukan hanya ijazah dan keterampilan, tetapi juga wawasan, pengalaman, dan network,” kata Kristanti.
Ia berharap lulusan FKG UHT memiliki nilai tambah dalam menghadapi masa depan profesi kedokteran gigi, dengan kompetensi keilmuan, keterampilan, jejaring yang luas, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan.
Para dokter gigi baru juga diminta terus belajar dan memperbarui kompetensi. Perubahan kebijakan pemerintah, regulasi pelayanan, dan dinamika organisasi profesi menuntut dokter gigi untuk selalu peka dan adaptif.
Kristanti berharap para dokter gigi baru tidak hanya menjadi kebanggaan keluarga, tetapi juga mampu mengabdikan ilmu, integritas, dan profesionalismenya untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
Usai amanat Dekan, Rektor Universitas Hang Tuah Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada 21 dokter gigi baru yang secara resmi memasuki profesi.
Rektor menegaskan bahwa pengambilan sumpah bukan sekadar penanda berakhirnya pendidikan. Sumpah profesi merupakan ikrar kepada Tuhan Yang Maha Esa, kemanusiaan, profesi, dan hati nurani.
“Kompetensi harus selalu berjalan bersama integritas; ketepatan tindakan harus disertai empati; dan kemajuan ilmu harus tetap tunduk pada etika,” pesan Avando.
Rektor mengatakan para dokter gigi baru memasuki dunia kesehatan yang terus berkembang. Teknologi digital, kecerdasan artifisial, inovasi bahan dan teknik perawatan, serta pola pelayanan kesehatan yang semakin terintegrasi akan terus mengubah praktik profesi.
Namun, kemajuan tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pelayanan tanpa mengurangi sentuhan kemanusiaan. Setiap pasien, kata Avando, tetap harus didengar, dihormati, dijelaskan pilihannya, dan dilayani secara adil.
Rektor juga mengingatkan pentingnya pemerataan pelayanan kesehatan gigi dan mulut. Sebagai lulusan UHT yang berjati diri maritim, para dokter gigi diharapkan memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat pesisir, kepulauan, serta wilayah yang akses pelayanannya masih terbatas.
Hal lain yang ditekankan adalah pentingnya pembelajaran sepanjang hayat. Para dokter gigi baru diminta terus memperbarui ilmu, mematuhi standar profesi, bekerja dalam tim kesehatan, berani berkonsultasi, serta tidak mengambil keputusan yang melampaui kompetensi.
“Dalam dunia kesehatan, keberanian bukan berarti mengetahui segala hal, melainkan memahami batas diri dan selalu menempatkan keselamatan pasien sebagai pertimbangan utama,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Rektor menitipkan lima pesan kepada para dokter gigi baru. Pertama, memegang teguh sumpah dan kode etik profesi. Kedua, mengutamakan keselamatan pasien, mutu pelayanan, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Ketiga, terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu serta teknologi. Keempat, menghadirkan pengabdian bagi masyarakat, termasuk masyarakat pesisir, kepulauan, dan daerah dengan akses pelayanan terbatas. Kelima, menjaga kehormatan guru, keluarga, profesi, dan almamater melalui sikap serta karya nyata.
Dengan pengambilan sumpah tersebut, 21 dokter gigi Angkatan ke-87 FKG UHT resmi memasuki dunia profesi. Mereka diharapkan mampu menjaga integritas dan profesionalisme sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dekan FKG UHT menutup pesannya dengan sebuah pesan bagi para lulusan:
“Berilmu dalam karya, berhati dalam melayani.”











