Beranda / PENDIDIKAN / Rektor UHT: Gelar Bukan Pelabuhan, 569 Wisudawan Harus Berani Berlayar dan Berkarya

Rektor UHT: Gelar Bukan Pelabuhan, 569 Wisudawan Harus Berani Berlayar dan Berkarya

Surabaya – Sebanyak 569 lulusan Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya resmi diwisuda dalam prosesi Wisuda Program Sarjana, Magister, dan Doktor, Rabu (23/9/2026).

Prosesi wisuda dihadiri Wakil Kepala Staf Angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. Kehadiran Wakasal menjadi bentuk penguatan hubungan historis dan moral antara UHT dengan TNI Angkatan Laut dalam membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berwawasan maritim.

Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., mengatakan para lulusan menghadapi dunia kerja yang berubah sangat cepat. Karena itu, ijazah dinilai tidak lagi cukup tanpa kemampuan beradaptasi, menguasai teknologi, serta memiliki integritas.

“Jika kelak hanya satu pesan dari hari ini yang Saudara ingat, ingatlah ini: ilmu akan membawa Saudara maju, integritas akan menjaga arah, dan kebermanfaatan akan menentukan arti perjalanan,” kata Avando dalam sambutannya.

Avando mengatakan perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) telah memasuki berbagai bidang kehidupan, mulai dari perkantoran, rumah sakit, laboratorium, industri, layanan publik hingga pendidikan.

Karena itu, lulusan UHT diminta mampu memanfaatkan AI untuk memperluas kemampuan, mempercepat analisis, dan meningkatkan produktivitas.

Namun, penggunaan teknologi harus tetap disertai kemampuan memeriksa kebenaran informasi, bias, keamanan data, serta dampak dari keputusan yang dihasilkan.
“Jangan menyerahkan nalar kepada mesin,” tegasnya.

Selain kemampuan teknologi, Avando menekankan pentingnya kemampuan berpikir kritis, komunikasi, empati, bekerja dalam tim, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan yang bertanggung jawab.

“Kompetensi membuat Saudara diperhitungkan; integritas membuat Saudara dipercaya,” ujarnya.

Avando juga mendorong lulusan UHT tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan nilai dan lapangan kerja.
Menurutnya, peluang tersebut terbuka luas di sektor kelautan dan kemaritiman, mulai dari kesehatan maritim, teknologi kelautan, logistik, pelabuhan, perikanan berkelanjutan, ekonomi biru hingga perlindungan lingkungan laut.

“Jati diri maritim bukan hiasan pada nama universitas, melainkan sudut pandang untuk membaca peluang dan memberi solusi bagi negara kepulauan terbesar di dunia,” katanya.

Dalam prosesi tersebut, Wakasal Laksamana Madya TNI Edwin, S.H., M.Han., M.H. menyampaikan amanat Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) kepada para wisudawan.

Dalam amanat tersebut, para lulusan UHT diingatkan untuk mampu menjawab tantangan perkembangan zaman sekaligus memperkuat karakter kemaritiman.

Lulusan UHT diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menunjukkan integritas, profesionalisme, disiplin, dan semangat pengabdian di tengah masyarakat.
Pesan tersebut menjadi penting bagi para lulusan UHT yang akan memasuki dunia profesional sekaligus membawa identitas sebagai bagian dari keluarga besar UHT yang memiliki keterkaitan historis dengan TNI Angkatan Laut.

Dalam sambutannya, Avando juga menyampaikan perkembangan UHT yang tahun ini membuka lima Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), yakni Bedah, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Ilmu Kesehatan Anak, Obstetri dan Ginekologi, serta Jantung dan Pembuluh Darah.

UHT juga membuka Program Pendidikan Profesi Psikolog sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan tenaga profesional dan memperluas kontribusi kepada masyarakat.

Di bidang prestasi, mahasiswa UHT juga mencatat capaian di tingkat nasional dan internasional, antara lain melalui Youthpreneur Summit di Bangkok, Kurash Southeast Asia Association Championship di Kazakhstan, International Youth Conference di Korea, serta tiga tim kewirausahaan UHT yang lolos menuju KMI Expo 2026.

Berbagai prestasi mahasiswa di bidang pencak silat, jiu-jitsu, taekwondo, dan karate turut melengkapi capaian tersebut.
“Prestasi tersebut harus menjadi budaya, bukan hanya untuk dirayakan hari ini, tetapi untuk dilanjutkan dan dilampaui,” tutur Avando.

Menutup sambutannya, Avando mengibaratkan perjalanan para lulusan seperti pelayaran.

“Laut tidak pernah menjanjikan pelayaran tanpa gelombang. Ia hanya memberi ruang kepada pelaut untuk membuktikan ketangguhannya. Gelar yang Saudara terima hari ini adalah bekal untuk berlayar, bukan pelabuhan untuk berhenti,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar para lulusan membawa ilmu, menjaga integritas, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Pergilah dengan ilmu, pulanglah kelak dengan karya dan kehormatan. Di mana pun Saudara berada, ingatlah bahwa Saudara adalah bagian dari keluarga besar Universitas Hang Tuah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *