Mutiaranews.com Surabaya, mediabarometer.net – Semangat kemandirian ditunjukkan oleh seorang remaja bernama M. Guruh Aji Ramadhan (25), yang akrab disapa Guruh atau Aji. Di tengah kesibukannya sebagai mahasiswa semester akhir, ia menggeluti usaha kuliner bertajuk “Es Teler Teko Juara” yang kini mulai dikenal masyarakat Surabaya, khususnya wilayah Kenjeran.
Berbekal sarana sederhana menggunakan kendaraan Viar/Tosa, Guruh membuka lapak di depan SMAN 19 Surabaya, tepatnya di kawasan depan Pasar Nambangan, sisi barat Polsek Kenjeran. Lokasi strategis tersebut membuat usahanya ramai diserbu pelajar, warga sekitar, hingga pengendara yang melintas.
Guruh/ Aji sendiri tercatat sebagai mahasiswa semester akhir di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), yang sebelumnya dikenal sebagai IAIN Surabaya sebelum bertransformasi pada tahun 2013. Kampus yang berlokasi di Jalan A. Yani No. 117 Surabaya itu kini menjadi tempatnya menuntaskan studi dan bersiap menuju tahap penyusunan skripsi.
Di sela aktivitas kuliah, Guruh tetap konsisten mengembangkan usahanya. Dengan mengusung konsep sederhana namun mengutamakan mutu, rasa, dan kualitas, “Es Teler Teko Juara” ditawarkan dengan harga terjangkau, mulai Rp10 ribu hingga Rp20 ribu. Cita rasa segar dengan perpaduan buah dan topping pilihan menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.
Tak hanya mengandalkan penjualan langsung, Guruh juga aktif memanfaatkan media sosial. Melalui akun TikTok “Mas Aji Mustika”, ia kerap melakukan siaran langsung (live) untuk mempromosikan dagangannya sekaligus berinteraksi dengan pelanggan dan pengikutnya. Kehadirannya di media sosial membuat usahanya semakin dikenal luas dan memiliki banyak pelanggan setia.
Bagi Guruh, berwirausaha bukan sekadar mencari tambahan biaya kuliah, tetapi juga bentuk tanggung jawab dan kebanggaan untuk membantu keluarga. Ia berharap usahanya bisa terus berkembang ke depan, memperluas jaringan pelanggan, serta mampu mengangkat derajat orang tua dan keluarganya.
Ketekunan Guruh menjadi inspirasi bahwa keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi. Dengan kerja keras, konsistensi, dan pemanfaatan teknologi digital, mahasiswa muda ini membuktikan bahwa pendidikan dan kewirausahaan dapat berjalan beriringan menuju masa depan yang lebih cerah.











