SURABAYA — Mutiaranews.com – Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (FK UHT) mengukuhkan 25 residen baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027. Dengan tambahan tersebut, total peserta PPDS FK UHT kini mencapai 74 residen.
Pengukuhan berlangsung di Aula Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Surabaya, Senin (7/9/2026). Sebanyak 25 dokter yang dikukuhkan berasal dari enam program studi spesialis di lingkungan FK UHT.

Sebelum prosesi pengukuhan, Dekan FK UHT Laksamana Pertama TNI (Purn) Benny Jovie, dr., Sp.JP(K)., FIHA. menyampaikan laporan perkembangan pendidikan dokter spesialis di lingkungan FK UHT.
Dalam laporannya, Benny menyampaikan bahwa enam program pendidikan dokter spesialis FK UHT sebelumnya telah memiliki 49 residen. Pada Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027, FK UHT kembali menerima 25 residen baru.

Ke-25 residen tersebut terdiri dari empat peserta Spesialis Kedokteran Kelautan, lima Obstetri dan Ginekologi, tiga Bedah, tiga Jantung dan Pembuluh Darah, empat Anestesiologi dan Terapi Intensif, serta enam Ilmu Kesehatan Anak.
Benny mengatakan pengembangan pendidikan dokter spesialis FK UHT tidak lepas dari dukungan pimpinan universitas, khususnya Rektor dan para Wakil Rektor.
“FK UHT memiliki enam program pendidikan dokter spesialis yang mempunyai visi dan misi serta keunggulan dalam bidang kesehatan kelautan dan kemaritiman,” kata Benny dalam laporannya.
Ia menambahkan, Program Spesialis Kedokteran Kelautan saat ini telah memiliki enam angkatan, sedangkan lima program spesialis lainnya telah memiliki dua angkatan.
Setelah laporan Dekan, acara dilanjutkan dengan amanat Rektor Universitas Hang Tuah yang dibacakan oleh Wakil Rektor II Laksda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han).
Wakil Rektor II hadir mewakili Rektor Universitas Hang Tuah Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., sekaligus memimpin prosesi pengukuhan 25 residen baru.
Dalam amanatnya, Rektor menyampaikan ucapan selamat kepada 25 dokter yang resmi menjadi mahasiswa baru PPDS FK UHT. Ia menegaskan pengukuhan bukan sekadar perubahan status administratif, melainkan awal dari pendidikan yang menuntut kedisiplinan, ketelitian, daya tahan, kemampuan bekerja dalam tim, serta kematangan mengambil keputusan klinis.
Rektor menitipkan tiga komitmen utama kepada para residen baru, yakni menjaga profesionalisme dan integritas, memelihara empati dan kemanusiaan, serta menumbuhkan budaya belajar dan kolaborasi.
“Pasien bukan semata-mata kasus klinis. Mereka adalah manusia yang datang dengan kecemasan, keluarga, serta harapan,” pesan Rektor dalam amanat yang dibacakan Wakil Rektor II.
Para residen juga diminta tidak hanya mengejar gelar spesialis, tetapi tumbuh menjadi dokter spesialis yang kompeten, berintegritas, rendah hati, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari Universitas Hang Tuah yang memiliki jati diri Kampus Laut Biru, para peserta PPDS diharapkan memiliki semangat pengabdian di berbagai wilayah Indonesia, termasuk masyarakat pesisir dan kepulauan yang masih membutuhkan layanan kesehatan spesialistik.
“Kompetensi yang Saudara bangun hendaknya kelak memberi manfaat seluas-luasnya, termasuk bagi masyarakat pesisir, kepulauan, dan daerah yang masih kekurangan layanan kesehatan spesialistik,” lanjut amanat Rektor.
Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada FK UHT, para pengelola program studi, rumah sakit pendidikan dan rumah sakit jejaring, dosen, serta pembimbing klinis yang mendukung penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.
Menurutnya, kualitas lulusan tidak hanya ditentukan kemampuan peserta didik, tetapi juga tata kelola pendidikan, keteladanan pendidik, kualitas paparan klinis, serta budaya akademik yang dibangun bersama.
Usai penyampaian amanat, Wakil Rektor II secara resmi mengukuhkan 25 residen baru PPDS FK UHT Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027.
Dengan pengukuhan tersebut, jumlah peserta pendidikan dokter spesialis FK UHT bertambah dari 49 menjadi 74 residen yang tersebar di enam program studi.
Pengukuhan ini menandai dimulainya perjalanan pendidikan 25 dokter tersebut untuk menjadi dokter spesialis yang unggul dalam kompetensi klinis sekaligus menjunjung tinggi profesionalisme, integritas, kemanusiaan dan semangat pengabdian.











