Beranda / PENDIDIKAN / FK Universitas Hang Tuah Kukuhkan Dokter Baru, Teguhkan Komitmen Cetak Dokter Profesional

FK Universitas Hang Tuah Kukuhkan Dokter Baru, Teguhkan Komitmen Cetak Dokter Profesional

SURABAYA — Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (FK UHT) Surabaya kembali melahirkan dokter baru. Sebanyak empat dokter resmi diambil sumpah dan dilantik sebagai dokter Angkatan ke-110, Senin (7/9/2026).

Prosesi Pengambilan Sumpah dan Pelantikan Dokter Baru FK UHT tersebut dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah, Laksamana Pertama TNI (Purn.) dr. Benny Jovie, Sp.JP, FIHA.

Acara berlangsung khidmat dan dihadiri Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan Wakil Dekan III FK UHT, para kepala dan sekretaris program studi, dosen, orang tua dan keluarga, serta para dokter baru.

Dalam sambutannya, dr. Benny menyampaikan bahwa pelantikan tersebut menjadi momentum bagi empat dokter baru untuk mulai mengabdikan ilmu dan keterampilannya kepada masyarakat.

“Universitas Hang Tuah Surabaya kembali mempersembahkan empat dokter baru yang siap membaktikan ilmu dan keterampilannya guna meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas untuk melakukan pengabdian masyarakat dan bahkan melakukan penelitian-penelitian kedokteran,” ujar dr. Benny.

38 Tahun FK UHT, Cetak Lebih dari 4.041 Dokter
Dekan FK UHT mengungkapkan perjalanan panjang institusinya dalam mencetak tenaga dokter. Sejak berdirinya FK UHT 38 tahun lalu, telah lebih dari 4.041 dokter yang berhasil diluluskan dan kini tersebar di seluruh penjuru tanah air.
Para alumni tersebut menjalankan berbagai peran, baik dalam jenjang struktural maupun fungsional sebagai dokter.

Menurut dr. Benny, perjalanan menjadi dokter tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan akademik dan profesi. Setiap lulusan juga harus melewati Uji Kompetensi Mahasiswa Program Pendidikan Dokter (UKMPPD) yang diselenggarakan secara nasional setiap tiga bulan.

Kepada para dokter baru, dr. Benny menegaskan bahwa sejak pengambilan sumpah, mereka telah resmi menyandang hak dan kewajiban sebagai seorang dokter.
“Mulai hari ini saya memanggil kalian sebagai teman sejawat, karena mulai hari ini sejawat sudah resmi memiliki hak dan kewajiban sebagai seorang dokter,” katanya.

Namun, ia mengingatkan bahwa setelah menyelesaikan pendidikan, uji kompetensi dan pengambilan sumpah dokter, para lulusan masih menghadapi ujian yang sesungguhnya, yakni ujian dari masyarakat melalui pengabdian dan pelayanan yang diberikan.

Keberhasilan FK UHT Tak Hanya Diukur dari Jumlah Lulusan
Dekan FK UHT menegaskan, keberhasilan sebuah institusi pendidikan kedokteran tidak cukup hanya diukur dari jumlah lulusan yang dihasilkan.
Lebih dari itu, keberhasilan juga terlihat dari seberapa besar dampak positif yang diberikan para lulusan di tengah masyarakat.

Karena itu, FK UHT membutuhkan data dan informasi mengenai keberadaan alumni, perjalanan karier, prestasi yang telah diraih, serta umpan balik dari pengguna lulusan. Informasi tersebut menjadi bahan penting dalam pengembangan proses belajar mengajar di FK UHT.

“Penilaian keberhasilan sebuah institusi pendidikan tidak cukup hanya melihat berapa banyak lulusan yang dihasilkannya, tapi juga menilai berapa besar dampak positif yang dihasilkan dari kehadiran lulusan-lulusan ini di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Prodi Sarjana Kedokteran dan Profesi Dokter Raih Akreditasi Unggul
Di hadapan para orang tua dan keluarga dokter baru, dr. Benny juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada FK UHT dalam mendidik putra-putri mereka hingga meraih gelar dokter.

Ia menyampaikan bahwa saat ini Program Studi Sarjana Kedokteran dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter FK UHT telah memperoleh predikat Akreditasi Unggul.
Predikat tersebut diharapkan semakin memperkuat kualitas pendidikan kedokteran sekaligus mendorong semakin banyak lulusan FK UHT untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang dokter spesialis.
“Semoga dengan hasil Akreditasi Unggul yang didapat, akan menambah peningkatan dokter dan alumni FK UHT untuk mengikuti pendidikan dokter spesialis,” ujarnya.

Dokter Baru Diminta Tetap Jaga Hubungan dengan Almamater
Menutup sambutannya, Dekan FK UHT berpesan kepada para dokter baru agar tetap menjaga hubungan baik dengan para guru, teman sejawat, dan almamater.
“Binalah hubungan baik selama ini dengan guru-guru, teman sejawat dan almamatermu sampai kapan pun,” pesan dr. Benny.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh dokter baru dan berharap mereka mampu menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara dengan penuh tanggung jawab.
dr. Azzeldine: Sumpah Dokter Bukan Sekadar Seremoni

Sementara itu, mewakili dokter baru, dr. Azzeldine Aliya Zahira menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada FK UHT, para dosen, guru klinik, tenaga kependidikan serta orang tua dan keluarga yang telah mendampingi perjalanan pendidikan mereka.

Menurutnya, perjalanan menjadi dokter bukanlah proses yang mudah. Para dokter baru telah melalui pendidikan panjang yang ditempa dengan ilmu pengetahuan, integritas, kedisiplinan, serta berbagai pengalaman.

Ia menegaskan bahwa sumpah dokter yang baru diucapkan bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi komitmen moral dan profesional yang harus dipegang sepanjang menjalankan profesi.
“Hari ini bukanlah garis akhir, melainkan awal dari sebuah amanah yang besar. Sumpah yang baru saja kami ucapkan bukan sekadar rangkaian kalimat seremonial, tetapi merupakan komitmen moral dan profesional yang akan kami pegang teguh sepanjang pengabdian kami sebagai seorang dokter,” ujar dr. Azzeldine.
Para dokter baru juga berkomitmen untuk terus belajar, menjaga integritas,
mengutamakan keselamatan pasien, menghormati martabat setiap insan tanpa membedakan latar belakang, serta mengabdikan ilmu yang dimiliki demi kemanusiaan.

Pelantikan dokter Angkatan ke-110 ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen FK UHT untuk terus menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi keilmuan, tetapi juga berintegritas, profesional, humanis dan siap memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dari FK Universitas Hang Tuah, empat dokter baru resmi melangkah menuju babak baru pengabdian dengan membawa ilmu, sumpah profesi dan nama almamater untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *