Forum Gabungan Silaturahmi Ramadhan Tebar Ribuan Takjil untuk Pengguna Jalan di Surabaya
Ribuan Takjil Dibagikan di Simpang Tol Simo Pomahan, Komunitas Surabaya Pererat Silaturahmi di Bulan Ramadhan
Ribuan Takjil Dibagikan di Simpang Tol Simo Pomahan, Wujud Kebersamaan Komunitas di Bulan Ramadhan

|| Surabaya – Semangat berbagi dan mempererat tali silaturahmi di bulan suci Ramadhan kembali diwujudkan melalui kegiatan sosial yang melibatkan berbagai komunitas dan organisasi masyarakat di Kota Surabaya. Melalui Forum Gabungan Silaturahmi Ramadhan, sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi berbagi takjil gratis bagi para pengguna jalan dan masyarakat umum.
Kegiatan bertajuk “Takjil Gratis untuk Semua” digelar pada Minggu (8/3/2026) mulai pukul 16.00 WIB di kawasan lampu merah Tol Simo Pomahan, tepatnya di depan Gerbang Tol Banyu Urip, Surabaya. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi salah satu titik lalu lintas yang cukup padat sehingga takjil yang dibagikan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Aksi sosial ini merupakan hasil kolaborasi sejumlah komunitas dan organisasi yang tergabung dalam forum tersebut, di antaranya Majelis Al-Mubarok Surabaya, Pemuda Pancasila, Wong Lawas, dan Paguyuban Madep Manteb. Mereka bersinergi menyiapkan ribuan paket takjil untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan penuh berkah.
Sekitar pukul 16.00 WIB, para relawan dari berbagai organisasi mulai berkumpul di area SPBU Simo Pomahan sambil membawa takjil masing-masing berupa snack, makanan, dan minuman. Suasana kebersamaan tampak terasa saat para relawan saling berkoordinasi dan mempersiapkan pembagian takjil kepada para pengguna jalan.
Memasuki pukul 16.45 WIB, para relawan bersama-sama turun ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengendara yang melintas di kawasan tersebut. Dengan penuh semangat dan kekompakan, ribuan paket takjil dibagikan secara gotong royong kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa.
Antusiasme masyarakat pun terlihat tinggi. Dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya sekitar pukul 17.30 WIB, seluruh takjil yang disiapkan berhasil dibagikan kepada para pengguna jalan. Kegiatan pun berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh kehangatan.
Ketua Yayasan Majelis Al-Mubarok Surabaya, Gus Barok, berharap kegiatan kebersamaan seperti ini tidak hanya berlangsung di bulan Ramadhan saja, tetapi juga dapat terus berlanjut pada bulan-bulan berikutnya melalui berbagai kegiatan positif.
“Semoga kegiatan seperti ini tidak hanya di bulan Ramadhan saja, tetapi bisa terus berlanjut setelahnya, baik melalui kegiatan halal bihalal maupun ngaji dan ngopi bareng. Dengan begitu silaturahmi di antara kita bisa terus terjaga, bukan hanya di dunia, tetapi juga sampai di akhirat kelak,” ujar Gus Barok.
Sementara itu, Ulum selaku Ketua PAC Sukomanunggal Pemuda Pancasila menyampaikan bahwa kegiatan berbagi takjil ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antar organisasi dan komunitas yang terlibat.
“Melalui kegiatan seperti ini kita bisa saling mengenal, saling belajar satu sama lain, serta mempererat kebersamaan. Harapannya ke depan silaturahmi ini bisa terus berjalan dan melahirkan berbagai kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat serta lingkungan sekitar,” ungkapnya.
Hal senada juga disampaikan Agus Suprijadi, selaku Koordinator Wong Lawas, yang berharap kebersamaan yang terjalin dalam kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.
“Semoga di tahun-tahun ke depan kita bisa terus saling bersilaturahmi untuk menyambung dan mempererat persaudaraan antar komunitas,” katanya.
Sementara itu, Wahyudi selaku Ketua PMM mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut yang mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat dalam satu tujuan sosial.
“Alhamdulillah kegiatan ini bisa menyatukan visi dan misi untuk bersosial dan berbagi kepada sesama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan pesan penuh makna dalam bahasa Jawa, “Ojo mung iling butuhe urip nganti lali gunane urip,” yang berarti jangan hanya mengingat kebutuhan hidup hingga lupa akan makna dan kegunaan hidup.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa memberikan manfaat bagi orang lain,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, para peserta berharap nilai-nilai kebaikan yang menjadi esensi bulan Ramadhan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. Selain membantu para pengendara agar dapat berbuka puasa tepat waktu, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian sosial yang diharapkan mampu menginspirasi komunitas lainnya untuk turut berbagi dan menebar kebaikan.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, Forum Gabungan Silaturahmi Ramadhan berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang sebagai wujud kepedulian terhadap sesama.
Editor : Red











