Surabaya – mutiaranews.com – Universitas Hang Tuah (UHT) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas lulusan yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja melalui kegiatan Sosialisasi Tracer Study dan User Survey Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Lantai 5 Gedung Pascasarjana UHT, Kamis l(18/6/2026). Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mengoptimalkan pengumpulan data alumni dan umpan balik pengguna lulusan sebagai bagian dari sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Kemaritiman, dan Alumni (BKKA) UHT Budi Priyono, S.Sos., M.M., Pembina BEM UHT Apt. Farizah Izazi, S.Farm., M.Farm., R. Ahmad Zainul Aziz, S.Si., selaku Kepala Subbagian Alumni BKKA UHT serta tenaga kependidikan dan dosen yang akan bertugas sebagai surveyor dalam pelaksanaan Tracer Study dan User Survey di lingkungan Universitas Hang Tuah.

Acara dibuka dengan sambutan Wakil Rektor III yang dibacakan oleh Kepala BKKA, Budi Priyono. Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Tracer Study dan User Survey merupakan instrumen penting untuk mengukur keberhasilan lulusan di dunia kerja sekaligus mengevaluasi kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri dan masyarakat.
“Keberhasilan perguruan tinggi saat ini tidak hanya diukur dari jumlah lulusan, tetapi juga dari kemampuan lulusan memperoleh pekerjaan yang layak serta memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat. Karena itu, data Tracer Study dan User Survey menjadi dasar penting dalam proses perbaikan kurikulum dan peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan,” ujar Budi Priyono saat membacakan sambutan Wakil Rektor III.
Lebih lanjut disampaikan bahwa tantangan dunia kerja yang terus berkembang, termasuk pesatnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan, menuntut perguruan tinggi untuk semakin responsif dalam menyiapkan kompetensi lulusan. Oleh sebab itu, partisipasi aktif alumni dan pengguna lulusan menjadi faktor kunci dalam menghasilkan data yang valid dan bermanfaat bagi pengembangan institusi.
Setelah sesi pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh R. Ahmad Zainul Aziz, S.Si. Dalam paparannya, Ahmad Zainul Aziz menjelaskan berbagai regulasi terbaru terkait pelaksanaan Tracer Study UHT, termasuk mekanisme pendataan alumni, strategi peningkatan respons survei, serta peran surveyor dalam memastikan kualitas dan validitas data yang diperoleh.
Ia menegaskan bahwa Tracer Study bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan instrumen strategis yang mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai outcome pendidikan. Melalui data tersebut, universitas dapat mengukur masa tunggu kerja alumni, kesesuaian bidang pekerjaan dengan kompetensi yang diperoleh selama kuliah, serta berbagai indikator lain yang menjadi dasar penyusunan kebijakan akademik dan pengembangan kurikulum.
Selain itu, User Survey juga memiliki peran yang tidak kalah penting karena memberikan perspektif langsung dari para pengguna lulusan. Masukan dari instansi pemerintah, perusahaan, rumah sakit, lembaga pendidikan, maupun organisasi lainnya menjadi sumber informasi berharga untuk mengidentifikasi kompetensi yang perlu diperkuat, baik dalam aspek hard skills maupun soft skills.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, Universitas Hang Tuah berharap seluruh surveyor memiliki pemahaman yang sama mengenai pelaksanaan Tracer Study dan User Survey sehingga proses pengumpulan data dapat berjalan efektif, akurat, dan sesuai target. Hasil yang diperoleh nantinya diharapkan mampu mendukung peningkatan kualitas pendidikan, memperkuat pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Perguruan Tinggi, serta mewujudkan visi Universitas Hang Tuah sebagai Excellence in Maritime Education yang menghasilkan lulusan unggul, profesional, dan berdaya saing global.













