Surabaya — mutiaranews.com – Universitas Hang Tuah (UHT) menggelar Workshop of Public Speaking bagi tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Jumat (21/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung Pascasarjana UHT lantai 4 ini menjadi bagian dari upaya UHT meningkatkan kemampuan komunikasi, presentasi, dan kepercayaan diri mahasiswa dalam menyampaikan gagasan serta karya inovatif.
Kegiatan dibuka oleh Kepala Biro Kemahasiswaan, Kewirausahaan, dan Alumni (BKKA) UHT Budi Priyono, S.Sos., M.M., yang hadir mewakili Wakil Rektor III UHT Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si.(Han.), M.Tr.Opsla.
Dalam sambutannya, Budi Priyono menyampaikan apresiasi kepada para dosen pendamping, panitia, serta mahasiswa peserta workshop. Ia menilai kemampuan public speaking menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa, terutama ketika harus mempresentasikan ide, hasil karya, maupun program kewirausahaan di hadapan juri dan audiens.
“Kemampuan public speaking sangat penting bagi mahasiswa. Bukan hanya bagaimana menyampaikan gagasan, tetapi juga bagaimana membangun komunikasi yang efektif sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh audiens,” ujarnya.
Ia berharap workshop tersebut dapat memberikan bekal kepada mahasiswa agar mampu tampil lebih percaya diri, komunikatif dan meyakinkan saat mengikuti berbagai kompetisi, khususnya PKM dan P2MW.
Kegiatan menghadirkan Herdina Indriati, M.Psi., Psikolog, sebagai narasumber. Materi difokuskan pada peningkatan kemampuan peserta dalam menyampaikan presentasi secara jelas, menarik dan efektif, termasuk membangun kepercayaan diri serta kemampuan berkomunikasi dengan audiens.
Workshop ini juga menjadi bagian dari pendampingan UHT terhadap mahasiswa yang mengikuti program PKM dan P2MW. Pendampingan dilakukan untuk semakin memperkuat kesiapan mahasiswa dalam menghadapi berbagai tahapan kompetisi, khususnya saat mempresentasikan gagasan di hadapan reviewer.

Dalam workshop tersebut, terdapat lima kelompok mahasiswa yang mengikuti pendampingan, terdiri atas dua kelompok PKM dan tiga kelompok P2MW.
Dua kelompok PKM tersebut berada pada kategori PKM-RE (Riset Eksakta).
Kelompok pertama diketuai Devina Niswah Aulia (FK) dengan anggota Talitha Amalia Nabilah (FF), Leonardo Kevin Senjaya (FK) dan Firdiana Nur Latifa (FF).
Kelompok PKM kedua diketuai Berlian Agnena Wilda Setiani (FF) dengan anggota Eky Retno Iswaningsih (FF) dan Safira Nuraini (FF).
Sementara itu, tiga kelompok P2MW yang mengikuti pendampingan terdiri atas REEFSURVEYOR, ECO HYCRO, dan EGGSTRACAL.
Kelompok REEFSURVEYOR masuk kategori P2MW Awal, diketuai Indira Rizkina Putri (FTIK) dengan anggota Novita Diah Prasetya, Taufiq Kurniawan dan Ni Putu Dyah A.A., yang seluruhnya berasal dari FTIK.
Kelompok ECO HYCRO berada pada kategori P2MW Bertumbuh, diketuai Hanifariz Anggi Ananta (Fakultas Psikologi) dengan anggota Shafa Arsyka Deivany (FTIK) dan Ilham Muhammad Yusuf (Fakultas Psikologi).
Sedangkan kelompok EGGSTRACAL, juga kategori P2MW Bertumbuh, diketuai Arini Alkhak Dwi Kartika (FF) dengan anggota Astya Dian Safitri Sugiono (FF) dan Rengga Pradhitya Soedrajat (FF).
Berdasarkan capaian sebelumnya, UHT berhasil meloloskan tiga tim mahasiswa sebagai penerima pendanaan P2MW Tahun 2026, masing-masing pada kategori Budidaya, Jasa dan Perdagangan.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi UHT untuk terus memberikan pendampingan secara berkelanjutan.
Kemampuan public speaking dinilai menjadi salah satu aspek penting dalam memperkuat kemampuan mahasiswa ketika mempresentasikan ide dan inovasi di hadapan reviewer. Karena itu, mahasiswa tidak hanya dituntut memiliki gagasan yang baik, tetapi juga mampu menyampaikannya secara jelas, menarik dan meyakinkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Apt. Farizah Izazi, S.Farm., M.Farm., selaku Kabag Pembinaan Kewirausahaan dan Inkubator Bisnis BKKA UHT.
Melalui kegiatan ini, UHT terus mendorong mahasiswa tidak hanya mampu menghasilkan ide dan inovasi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengomunikasikannya secara efektif, percaya diri dan meyakinkan. Dengan demikian, gagasan mahasiswa diharapkan semakin kompetitif sekaligus mampu membawa nama baik Universitas Hang Tuah di berbagai ajang.











