JAKARTA – Mutiaranews.com Rektor Universitas Hang Tuah, Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., menghadiri seminar nasional bertema “Strategi Penguatan Industri Maritim Nasional Menghadapi Dinamika Global” yang diselenggarakan oleh Persatuan Purnawirawan Angkatan Laut (PPAL), Rabu (8/7/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis bagi para pemangku kepentingan untuk membahas tantangan dan peluang industri maritim Indonesia di tengah dinamika geostrategi, geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang.
Ketua PPAL, Laksamana TNI (Purn.) Yudo Margono, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia memiliki potensi besar menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi nasional melalui sektor maritim yang kuat dan berdaya saing global.

Menurutnya, aktivitas pelayaran internasional tidak hanya membutuhkan kesiapan operasional, namun juga dukungan diplomasi, kepastian hukum, perlindungan hukum maritim, serta ekosistem bisnis yang sehat guna menjaga stabilitas rantai logistik dan efisiensi operasional pelabuhan.
Berbagai tantangan seperti ketidakkonsistenan regulasi, fluktuasi ekonomi global, meningkatnya persaingan kawasan, hingga persoalan keamanan laut menjadi tantangan nyata yang harus diantisipasi bersama oleh seluruh pemangku kepentingan sektor maritim nasional.
Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan peluncuran Jalasena Maritime Studies (JMS) dan Kantor Hukum PPAL sebagai pusat kajian maritim dan layanan pendampingan hukum yang diharapkan mampu memberikan kontribusi positif bagi pengembangan dunia maritim Indonesia.
Rektor Universitas Hang Tuah menyambut baik kehadiran JMS sebagai wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, pelaku industri dan komunitas maritim dalam menjawab berbagai tantangan sektor kemaritiman nasional.
“Universitas Hang Tuah sebagai perguruan tinggi berbasis kemaritiman memandang bahwa penguatan industri maritim nasional memerlukan sinergi yang erat antara dunia pendidikan, pemerintah, industri dan masyarakat maritim. Kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam menghasilkan sumber daya manusia unggul, inovasi teknologi serta kebijakan yang adaptif terhadap dinamika global,” ujar Rektor UHT.
Lebih lanjut, Rektor menegaskan bahwa Universitas Hang Tuah siap mengambil peran aktif melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat guna mendukung pembangunan sektor maritim nasional serta mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.
Kehadiran Universitas Hang Tuah dalam forum strategis tersebut sekaligus menegaskan komitmen Kampus Laut Biru dalam mendukung penguatan industri maritim nasional melalui pengembangan ilmu pengetahuan, riset dan jejaring kerja sama di bidang kemaritiman.












