Ghani kemana-mana menenteng foto sang istri, berharap ada yang menemukan, setidaknya jasadnya.

05 Dec 2025 03:01PM
SAHABATMARITIM.COM-PALEMBAYAN: Selang beberapa hari setelah hujan deras memicu banjir besar dan longsor di Sumatra, Abdul Ghani masih mencari istrinya yang hilang.
Pria 57 tahun yang tinggal di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, ini kemana-mana membawa foto istrinya, menunjukkannya kepada orang-orang, siapa tahu mereka melihatnya.
Istrinya, Marsoni, adalah satu-satunya keluarga yang dia miliki setelah anak semata wayang mereka meninggal dunia tujuh tahun lalu.
Berhari-hari mencari istri yang telah dinikahinya 25 tahun tanpa hasil, harapan Ghani kian redup.
“Apa dia masih hidup? Sepertinya enggak,” kata dia pada Selasa lalu (2/12). “Tapi yang saya inginkan ketemu istri saya, (walau) cuma sepotong tangannya.”
Orang pertama yang terlintas di benaknya ketika itu adalah istrinya. Sejak saat itu, Ghani membawa foto besar Marsoni, menunjukkannya kepada para pejalan kaki dan tim penyelamat yang bekerja menyisir puing-puing, berusaha mengevakuasi korban, baik yang selamat atau tinggal namat
“Rumah saya sudah habis semua, sudah datar dengan tanah,” kata dia kepadaAwak media

Menurut data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jumat (5/12), jumlah korban tewas akibat bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat mencapai 846 jiwa.
Sementara korban hilang dalam bencana tersebut sejauh ini mencapai 547 jiwa dan yang terluka sedikitnya 2.700 orang.
Tersedu sedan, Ghani mengatakan hanya ingin memberikan pemakaman yang layak untuk istrinya.
“Saya punya istri, dan saya sayang dia,” kata Ghani. “Tidak ada rumah, tidak ada istri. Kemana saya harus pergi?”(**)










