Surabaya – Mutiaranews.com -Rangkaian International Conference on Marine Technology (MARTEC) 2026 tidak hanya menjadi ajang pertukaran pengetahuan dan teknologi di bidang kemaritiman. Para peserta juga diajak mengenal lebih dekat sejarah maritim dan perjuangan Kota Surabaya melalui kegiatan city tour, Rabu (7/10/2026).
Kegiatan city tour dipimpin Wakil Rektor III Universitas Hang Tuah (UHT), Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra, dengan mengunjungi sejumlah destinasi bersejarah di Kota Surabaya, di antaranya Museum Jalesveva Jayamahe di kawasan Ujung serta Monumen Tugu Pahlawan Surabaya.
Kunjungan ke Museum Jalesveva Jayamahe menjadi pengalaman tersendiri bagi para peserta MARTEC. Museum dan monumen tersebut menjadi salah satu simbol kekuatan serta kejayaan maritim Indonesia sekaligus memperkenalkan sejarah dan perjalanan TNI Angkatan Laut kepada para peserta konferensi.
Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Tugu Pahlawan, salah satu ikon Kota Surabaya. Di lokasi tersebut, peserta diperkenalkan dengan sejarah perjuangan rakyat Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan di Hotel Majapahit Surabaya. Dalam kesempatan tersebut hadir Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng., Wakil Rektor I Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor II Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., serta Wakil Rektor III Laksamana Pertama TNI (Purn) Dr. Toto Dwijaya Saputra.
Turut hadir Kepala LPPM UHT Prof. Dr. Bagiyo Suwasono, S.T., M.T., FRINA., MCE., bersama jajaran pimpinan utama UHT.
Kehadiran jajaran pimpinan UHT semakin memperkuat suasana kebersamaan dalam rangkaian MARTEC 2026. Selain menjadi forum akademik internasional, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkenalkan Surabaya sebagai kota yang memiliki sejarah panjang dalam perjuangan bangsa dan perkembangan dunia kemaritiman.
Melalui city tour tersebut, peserta MARTEC 2026 diharapkan tidak hanya memperoleh wawasan mengenai perkembangan teknologi kelautan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung mengenai sejarah, budaya, dan karakter maritim Indonesia, khususnya Kota Surabaya.












