Beranda / PENDIDIKAN / Perkuat Budaya Mutu, FK UHT Matangkan Kesiapan Menghadapi Akreditasi

Perkuat Budaya Mutu, FK UHT Matangkan Kesiapan Menghadapi Akreditasi

Surabaya, – Mutiaranews.com – 1 Oktober 2026 – Fakultas Kedokteran Universitas Hang Tuah (FK UHT) Surabaya mematangkan persiapan menghadapi akreditasi. Seluruh unsur fakultas diminta tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun kekompakan agar mutu yang selama ini telah dibangun dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan.

Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan persiapan akreditasi FK UHT yang berlangsung di Kampus Universitas Hang Tuah, Surabaya, Kamis (1/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan Universitas Hang Tuah, yakni Wakil Rektor I UHT Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio., Wakil Rektor II UHT Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han)., serta Wakil Rektor III UHT Laksamana Pertama TNI (Purn.) Dr. Toto Dwijaya Saputra, S.T., M.Si(Han)., M.Tr.Opsla.

Turut hadir Dekan FK UHT Laksma TNI (Purn) Benny Jovie, dr., Sp.JP., FIHA., jajaran pejabat dan pimpinan FK UHT, para kepala program studi, guru besar, dosen, tenaga kependidikan, serta Task Force Team persiapan akreditasi.

Dekan FK UHT Laksma TNI (Purn) Benny Jovie, dr., Sp.JP., FIHA., dalam amanatnya mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan persiapan dan pelatihan secara serius.

Ia berharap proses tersebut tidak hanya meningkatkan kesiapan administratif, tetapi juga memperkuat pemahaman seluruh unsur FK UHT terhadap tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Benny berharap seluruh rangkaian persiapan dapat menghasilkan kesiapan terbaik sehingga FK UHT mampu menghadapi proses akreditasi dengan optimal.

Sementara itu, sambutan Rektor UHT Laksamana Muda TNI (Purn) Dr. Ir. Avando Bastari, M.Phil., M.Tr.Opsla., IPM., ASEAN Eng. dibacakan Wakil Rektor I UHT Dr. Widyastuti, drg., Sp.Perio.

Avando menegaskan bahwa akreditasi bukan sekadar persoalan kelengkapan dokumen. Lebih dari itu, akreditasi merupakan gambaran nyata mengenai bagaimana sebuah institusi menjalankan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, layanan akademik dan tata kelola.

“Hasil akreditasi FK UHT adalah tanggung jawab kita bersama,” tegas Avando.
Karena itu, Rektor meminta Dekan memimpin persiapan secara langsung, intensif dan terukur. Setiap pekerjaan harus memiliki penanggung jawab dan target penyelesaian yang jelas.

Kepada Task Force Team, ia meminta seluruh data dan dokumen diperiksa secara teliti. Kesesuaian antara dokumen dengan pelaksanaan di lapangan juga harus dipastikan.

“Jangan hanya memastikan berkas tersedia. Pastikan pula orang yang bertanggung jawab memahami isi dan praktik di balik berkas tersebut,” ujarnya.

Rektor juga meminta seluruh dosen dan tenaga kependidikan mengambil peran aktif. Setiap kegiatan yang menjadi tanggung jawab masing-masing harus dilaksanakan dengan baik sekaligus didokumentasikan secara benar.

Menurut Avando, proses akreditasi harus menjadi momentum untuk membangun budaya mutu, bukan sekadar mengejar hasil penilaian.

“Akreditasi akan memperlihatkan bagaimana kita bekerja sebagai satu institusi,” katanya.

Pesan mengenai pentingnya kebersamaan juga disampaikan Wakil Rektor II UHT Laksamana Muda TNI (Purn.) Dr. Iwan Isnurwanto, S.H., M.A.P., M.Tr.(Han).

Iwan mengingatkan peserta bahwa setiap orang memiliki tugas masing-masing dalam proses persiapan akreditasi. Karena itu, kesempatan pelatihan harus dimanfaatkan untuk belajar, memahami tugas dan mempersiapkan tanggung jawab masing-masing.

“Di sini masing-masing belajar menyiapkan tugasnya. Jangan hanya lewat, tetapi pahami apa yang menjadi tanggung jawab kita,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang merasa paling baik atau paling mampu.
Menurut Iwan, pekerjaan besar seperti akreditasi tidak mungkin diselesaikan seorang diri. Dibutuhkan dukungan, komunikasi dan kerja sama seluruh unsur.
“Jangan merasa paling baik dan jangan merugikan orang lain. Mari bersatu. Tidak mungkin kita bisa bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain,” tegasnya.

Ia berharap semangat tersebut menjadi kekuatan FK UHT dalam menghadapi akreditasi sehingga mutu yang sudah dibangun dapat terus dipertahankan.
Di akhir arahannya, Iwan mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti latihan dengan sungguh-sungguh sekaligus menjaga kondisi kesehatan.

“Selamat latihan dan jangan lupa jaga kesehatan,” pesannya.

Rangkaian persiapan tersebut menjadi momentum bagi FK UHT untuk melakukan evaluasi menyeluruh. Bukan hanya memastikan dokumen tersedia, tetapi juga memastikan seluruh proses yang dijalankan benar-benar mencerminkan budaya mutu.

Kehadiran jajaran pimpinan universitas bersama Dekan dan pejabat FK UHT dalam kegiatan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses akreditasi menjadi perhatian dan tanggung jawab bersama di lingkungan Universitas Hang Tuah.

Rektor Avando menegaskan Universitas Hang Tuah akan memberikan dukungan terhadap proses tersebut. Namun, kesiapan utama tetap berada di tangan seluruh sivitas akademika FK UHT.

“Pada akhirnya, akreditasi bukan hanya penilaian atas apa yang kita tulis, melainkan cerminan dari apa yang kita kerjakan,” pungkas Avando.

Dengan semangat kebersamaan, pembagian tugas yang jelas, kesiapan dokumen serta penguatan pelaksanaan mutu, FK UHT diharapkan mampu menghadapi proses akreditasi dengan optimal dan mempertahankan capaian terbaik yang telah dibangun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *