Surabaya, Mutiaranews.com -24 Juli 2026 – Fakultas Teknik dan Ilmu Kelautan (FTIK) Universitas Hang Tuah (UHT) terus menunjukkan komitmennya dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Beberapa waktu lalu, tepatnya pada Jumat (3/7/2026), FTIK UHT melaksanakan kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penguatan Kapasitas Masyarakat Pesisir Berbasis Ekonomi Biru untuk Mendukung Ketahanan Maritim Berkelanjutan” bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo serta UPT Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas 10 nahkoda dan 10 nelayan kecil. Melalui pendekatan multidisiplin, para peserta memperoleh pembekalan mengenai keselamatan pelayaran, pemanfaatan informasi cuaca dan kondisi perairan, penerapan teknologi tepat guna, serta peningkatan produktivitas usaha perikanan sebagai implementasi konsep ekonomi biru.
Dekan FTIK Universitas Hang Tuah, Prof. Dr. Nurul Rosana, S.Pi., M.T., CISHR., mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus wujud komitmen FTIK dalam mendukung pembangunan maritim Indonesia melalui pemberdayaan masyarakat pesisir.
“Melalui kolaborasi multidisiplin ini, kami ingin menghadirkan solusi yang aplikatif bagi masyarakat nelayan. Penguatan kapasitas nelayan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan hasil tangkapan, tetapi juga aspek keselamatan pelayaran, pemanfaatan teknologi, dan kemampuan memahami informasi cuaca sehingga aktivitas melaut menjadi lebih aman dan produktif. Kami berharap sinergi dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan terus berlanjut untuk mendukung implementasi ekonomi biru yang berkelanjutan,” ujar Prof. Nurul Rosana.
Program Pengabdian kepada Masyarakat ini melibatkan dosen dari lima Program Studi Sarjana di lingkungan FTIK UHT, yaitu Teknik Sistem Perkapalan, Teknik Perkapalan, Oseanografi, Perikanan, dan Teknik Elektro. Program Magister Teknik Kelautan turut berkontribusi dalam penyusunan materi pendukung, sementara UPT PPP Mayangan hadir sebagai narasumber yang memperkuat materi mengenai pelayanan kepelabuhanan bagi kapal perikanan.
Materi yang diberikan dirancang secara terpadu untuk menjawab kebutuhan nyata masyarakat nelayan, mulai dari pemeliharaan mesin kapal, keselamatan kerja di atas kapal, pemanfaatan informasi meteorologi dan oseanografi, teknologi penangkapan ikan yang lebih efisien, hingga penerapan teknologi digital sebagai pendukung aktivitas pelayaran.
Salah satu materi yang mendapat perhatian besar berasal dari Program Studi Oseanografi melalui tema “Kenali Cuaca dan Kondisi Perairan agar Melaut Lebih Aman.” Dalam sesi tersebut peserta diperkenalkan pada pentingnya informasi meteorologi dan oseanografi sebagai dasar pengambilan keputusan sebelum melaut, termasuk memahami arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, arus laut, serta fenomena lokal Angin Gending yang sering memengaruhi kondisi perairan Probolinggo.
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan layanan Ocean Forecast System (OFS) milik BMKG sebagai sumber resmi informasi prakiraan cuaca dan kondisi perairan yang dapat dimanfaatkan nelayan sebelum melaut.
Sebagai luaran kegiatan, FTIK Universitas Hang Tuah menghadirkan Papan Informasi Cuaca Nelayan (PICN) yang dikembangkan oleh Program Studi Teknik Elektro dan ditempatkan di kawasan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Mayangan. PICN menjadi media diseminasi informasi cuaca harian yang menampilkan arah dan kecepatan angin, temperatur udara, serta kelembapan udara sehingga dapat membantu nelayan memperoleh informasi cuaca secara mudah sebelum berlayar.
Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara FTIK Universitas Hang Tuah dengan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Probolinggo serta UPT PPP Mayangan melalui penandatanganan Implementation of Arrangement (IoA) sebagai landasan pengembangan kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Hang Tuah kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi kemaritiman yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pengembangan teknologi. Model Pengabdian kepada Masyarakat berbasis multidisiplin ini diharapkan dapat terus dikembangkan di berbagai wilayah pesisir Indonesia guna mendukung implementasi ekonomi biru, meningkatkan keselamatan dan produktivitas nelayan, serta memperkuat ketahanan maritim nasional.












